Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

15 Okt 2008

Gagal Jadi Caleg Ancam Bunuh Diri

0 komentar

Lagi-lagi hari ini aku akan membahas tentang moral bangsa. Hari ini aku tak sengaja duduk dan mendengar berita di salah satu stasiun tv swasta yang ada di Indonesia. isi salah satu berita itu intinya adalah salah satu caleg ancam bunuh diri karena gagal dalam penyeleksian yang dilakukan oleh tim KPU.

Ironis ku mendengar berita tersebut sehingga membuatku tertawa dan sinis dengan sikap yang keluar dari pemikiran caleg tersebut, sambil mengerutu. ”Ko bisa sih pemikiran caleg sependek dan senorak itu?, memang gimana sih proses parpol memilih adjudannya untuk menuju kursi pemerintah? sehingga memilih orang yang sama sekali tidak memiliki pemikiran cerdas melainkan berfikiran sempit seperti itu?”

Bayangkan saja, seseorang yang tidak bisa bijaksana terhadap dirinya sendiri harus mewakili hak suara sebagian masyarakat di daerah yang akan ia pimpin nantinya. Apakah ia akan membuat kebijakan yang baik untuk masyarakat setempat?, sedangkan ia sendiri tidak dapat memaknai arti hidupnya sendiri serta bersikap tidak dewasa!

Atau ia dan parpol hanya terobsesi karena kegelimpangan harta dan kekuasaan yang akan mereka peroleh setelah mereka berkuasa? hal yang demikian hanya akan memperkeruh keadaan sosial serta ekonomi yang makin amburadul semasa jabatannya.. keserakahan dan keegoisan telah membutakan hati mereka dan tak akan pernah menjunjung arti kesejahteraan untuk masyarakat melainkan untuk dirinya sendiri!.

Kira-kira kapan ya kita bisa hidup bahagia bersama...?, Menyingkirkan keegoisan dan obsesi sendiri yang merugikan orang banyak...?, apa itu semua bisa terjadi...?. Semua orang tentu akan berpendapat berbeda sesuai dengan isi hati dan keyakinannya masing-masing. Semoga ada ibroh atau hikmah yang dapat kita ambil dari tulisan ini, khususnya untuk saya pribadi... :D ;D

Seperti biasa, silahkan berkomentar di bawah postingan tulisan ini sekedar untuk saran dan kritik untuk saya.. Trimakasih... ;-) ;-).
Selengkapnya...

Citra Kejaksaan RI Di Ujung Tanduk

0 komentar

Sungguh ironi melihat pranata hukum dan tata negara yang ada di Indonesia. mulai dari tata letak kota yang terlihat semrawut, Ibu kota Jakarta yang hampir tak pernah luput dari kemacetan, warga miskin yang semakin merasakan penderitaan hidup di negri ini akibat para pelaku kejahatan yang umumnya berasal dari badan hukum pemerintah baik itu badan Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif dari negara ini. Kalaupun bukan dari institusi negara melainkan dari institusi swasta tetap saja dalam kenyataannya segala kejahatan yang ada bercampur dengan semarawutnya hukum dan moral yang terselingkup dalam hati pejabat negara dan kebijakan yang tak pernah terasa adil oleh rakyat indonesia .

Belum lama dan belum hilang terdengar kasus korupsi Jaksa Urip dan beberapa kawannya yang terikat kasus BLBI yang tak sengaja ataupun sengaja terekam percakapan negosiasi uang hasil korupsi dengan Artalita Suryani oleh KPK(Komisi Pemberantasan Korupsi), datang lagi kasus yang sangat dapat mencemarkan nama baik mahkamah agung kejaksaan di Indonesia akibat salah satu sikap dan moral anggota kejaksaan yaitu Kajari Tilamuta yang terekam juga sedang melakukan tindak pemerasan terhadap bupati daerah Boalimo – Gorontalo-Sulawesi .

Sungguh hal ini dapat menjadi bencana yang besar terhadap citra mahkamah konstitusi yang memang belum lama ini sering terexpose keburukannya di depan publik masyarakat Indonesia. Bila citra kejaksaan Indonesia sebagai salah satu badan tertinggi dan merupakan salah badan yudikatif negara yang bertugas mengawasi kebijakan yang turun dari badan Eksekutif(Orang Yang Memerintahkan Pelaksanaan Akan Kebijakan) yaitu Presiden, Gubernur, Bupati dll. seperti ini! mau dikemanakan keadilan dan moral bangsa..???

Sebuah badan yang seharusnya benar-benar adil dalam menimbang segala kebijakan yang keluar di Indonesia juga terlena dengan bujuk setan untuk korupsi bersama atau menerima kebijakan dengan pamrih imbalan. Bila demikian, lalu dimanakah citra hukum Indonesia diletakan? kalau bukan di tangan mereka, apakah di bawah kekuasaan politik uang yang tidak akan habis masanya karena pencucian yang telah lama Soeharto tanamkan terhadap bangsa? sampai kapan hal ini harus terus berlanjut? akan kah kita rela melihat yang sedemikian ini terjadi...? Kita sebagai masyarakat kecil yang dipandang pemerintah hanya berharap akan adanya keajaiban yang dapat merubah moral pejabat serta masyarakat kearah yang lebih baik dalam strata sosial.

Semoga Allah membukakan pintu rahmatnya buat kita semua dan buat Indonesia agar bangkit dari keterpurukan Moral ini, maaf bila ada tulisan saya yang tak berkenan dihati pembaca semua, saya mengharapkan kritik serta saran yang dapat membantu saya dalam pengembangan tulisan-tulisan selanjutnya. Trimakasih ;D Selengkapnya...

 

New Comment

New Posting

IchanOnline.blogspot.com. Copyright 2009 All Rights Reserved